Mengenal Investasi Reksa Dana Untuk Bro Masa Kini

Oleh : Bro Kucing


Bro-In akan membahas seputar investasi Reksa Dana sebagai perencanaan keuangan. Apakah Bro-Bro sekalian ada yang sudah kenal dengan yang satu ini? Atau sudah ada mulai berinvestasi? Atau ada yang udah tau tapi masih bingung memulainya? Yuk kita simak sama-sama, Bro! Siapa tau bisa jadi ide untuk melindungi nilai uang yang sudah Bro kumpulkan, bahkan memperoleh keuntungan dari sini.

Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi – Pasal 1 Angka 27 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.

mengenal-reksa-dana

Gampangnya, reksa dana adalah suatu bentuk investasi dimana para pemodal (kita-kita Bro – red.) menyerahkan sejumlah uang ke Manajer Investasi (MI) untuk dikelola dan mendapatkan gain / keuntungan. Nantinya uang kita itu akan dikelola dengan diinvestasikan kembali oleh MI dalam bentuk efek. Maksudnya efek adalah surat berharga yang bisa diperdagangkan, contohnya saham, obligasi, utang jangka pendek, dsb. Jadi mirip seperti “main” saham di Bursa Efek deh Bro, tapi yang memainkan adalah adalah si MI. Nah, reksa dana ini salah satu investasi yang direkomendasikan dalam perencanaan keuangan, terlebih lagi kalo Bro adalah pemula atau pemain baru,  karena reksa dana nggak susah kok Bro.

Ketika Bro berinvestasi di produk reksa dana, nanti Bro memperoleh yang namanya Unit Penyertaan (UP). Apa itu? UP adalah satuan untuk menghitung seberapa besar modal yang sudah Bro punya dan sudah diserahkan untuk dikelola.

 

Contoh kasus:

  • Ada produk reksa dana bernama reksa dana XYZ;
  • 1 UP harganya Rp.1000,- (harga di tiap-tiap MI pasti berbeda, ini ilustrasi saja ya Bro).
  • Harga 1 UP itu disebut Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan (NAB/UP)
  • Lalu Bro menyetor modal ke MI sebesar Rp 100.000,-
  • Dengan begitu, berarti Bro sudah berinvestasi atau bisa juga dibilang sudah “membeli” reksa dana XYZ sebanyak 100 UP dari MI (lihat point pertama, 1 UP harganya Rp1.000).
  • Kemudian, uang Rp 100.000,- modal Bro tersebut akan dikelola oleh MI.
  • Kalau MI sedang untung, maka NAB/UP akan naik. Contoh: 1 UP yang tadinya Rp1000,- naik Rp 100,- jadi Rp 1.100,- karena MI lagi dapat untung dari menang main saham.
  • Biasanya NAB/UP akan diupdate setiap hari oleh si MI dan sering juga muncul di koran-koran investasi kalo reksa dananya adalah yang terkenal.

Nah, Rp 100,- itu adalah keuntungan yang Bro peroleh untuk setiap UP yang Bro miliki. Hitung aja, tadi Bro sudah beli UP 100 unit lalu dikalikan Rp100,-. Selamat, Bro sudah dapat gain/untung Rp10.000,- dari modal Rp100.000,- tadi. Kalau sudah dapat gain/untung, Bro bisa tetap menahan UP sampai harganya naik lagi atau bro bisa langsung jual untuk merealisasikan keuntungan Bro. Dengan begitu, reksa dana bisa menjadi pilihan menyimpan uang karena keuntungannya lebih besar dari tabungan di bank. Sssttt, diem-diem Bro: sekarang sistem reksa dana sudah banyak yang online loh, hanya semudah klik saja untuk transaksi jual beli.

Jadi, reksa dana ini cocok bagi Bro yang masih ragu atau takut untuk terjun langsung berinvestas Bursa Efek atau main saham/obligasi/dsb. Entah karena ga da waktu, atau karena belum paham taktik dan tekniknya. Karena harga atau NAB/UP dari suatu Unit Penyertaan tidak akan turun drastis tiba-tiba seperti main saham di Bursa Efek. Jadi Bro bisa meminimalisasi kerugian.

Dan yang pasti tenang aja ya Bro, reksa dana ini bukan investasi bodong jika Bro membeli produk reksa dana yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan membelinya dari agen-agen yang terdaftar di OJK, seperti bank-bank besar dan perusahaan sekuritas terdaftar. Walaupun bisa dijual oleh bank, tapi ingat ya Bro, reksa dana bukan produk perbankan, melainkan pasar modal loh.

Oke, sekarang apakah Bro sudah mengerti mengenai konsep dasar reksa dana di atas? Nantikan artikel berikutnya di seri perencanaan keuangan untuk bagaimana memulai investasi reksa dana ya Bro

Tinggalkan komentar Bro