Berapa KM Ganti Oli Motor yang Dianjurkan Agar Motor Selalu Awet?

Oleh : Writer Bro-In


Baik pemilik mobil maupun motor, mengganti oli secara rutin sudah merupakan sebuah kewajiban. Mengganti oli juga merupakan salah satu tips merawat kendaraan supaya tidak cepat tua. Ada manfaat yang dapat kamu terima jika melakukan ganti oli di waktu yang tepat, daripada bagi yang malas mengganti oli. Untuk oli roda empat sendiri, penggantiannya dilakukan setiap 5.000 km hingga 10.000 km sekali. Sementara untuk roda dua sendiri, harus berapa km ganti oli motor?

Jika dilihat dari buku servis umumnya, waktu penggantian oli motor dilakukan setiap 4 bulan atau 4.000 km, tergantung mana dulu yang dicapai. Namun apabila kamu bertanya pada para mekanik dari bengkel resmi maupun non-resmi, maka kamu akan disarankan untuk mengganti oli setiap 2.000 km atau sebulan sekali. Mana yang benar?

Berapa KM Ganti Oli Motor yang Dianjurkan?

berapa km ganti oli motor

Ganti Oli Motor

Berdasarkan tanggapan dari Presiden Direktur PT Federal Karyatama, alangkah baiknya jika penggantian oli motor dilakukan berdasarkan waktu kerja mesin, atau engine hour motor. Justru bukan dilihat dari kilometernya, karena pada saat macet pun, oli mesin masih bekerja walaupun kilometer tidak bertambah. Apabila kamu memperhatikan engine hour motor ini, maka interval ganti oli akan dilakukan lebih cepat hingga 2 minggu sekali, maupun melebihi 4.000 km. 

Hal ini beda lagi dengan pernyataan Ade Rohman selaku asisten manajer Technical Training PT Daya Adicipta Motora, yang mengatakan bahwa untuk motor yang sering dipakai untuk aktivitas sehari-hari, maka lebih baik menggunakan acuan kilometer sebagai tolok ukurnya. Sebaliknya untuk motor yang jarang digunakan, maka kamu bisa menggunakan acuan waktu.

Kondisi Tertentu untuk Ganti Oli Motor

berapa km ganti oli motor

Servis Motor

Terlepas dari itu semua, kamu juga dapat melakukan penggantian oli motor dengan memperhatikan hal-hal penting. Hal penting disini maksudnya adalah kondisi khusus yang menyebabkan oli motor memang harus segera diganti. 

1. Tarikan Terasa Berat

Sudah saatnya kamu harus ganti oli motor apabila tarikan motor kamu sudah terasa berat. Apalagi kalau sering dipakai untuk melewati jalan macet. Oli motor akan cepat panas hingga berpengaruh pada kekentalannya jika terlalu sering melewati jalan macet atau digeber pada kecepatan tinggi. 

2. Tekstur Oli

Tanda kamu harus segera ganti oli motor juga dapat dilihat dari tekstur oli. Di mana untuk oli baru akan berwarna kecoklatan atau biru. Tapi jika sudah kena sisa pembakaran, oli akan berubah warna menjadi hitam. Begitu pun saat kamu mendapati olinya sudah berpasir. Cara untuk mengeceknya adalah dengan membuka penutup oli mesin, lalu angkat pipet atau stick, dan cek dengan jari apakah masih halus atau sudah terasa kasar. 

3. Suara yang Ditimbulkan Motor

Waktu penggantian oli motor juga dapat diidentifikasi dari suaranya. Kualitas oli yang menurun dapat memicu timbulnya suara atau bunyi kasar dari motor saat mesin digas ataupun saat mengoper gigi.

4. Indikator Oli

Setiap kendaraan terutama kendaraan roda dua memiliki indikator oli yang tugasnya menjaga atau memberi sirkulasi pelumasan pada mesin motor. Indikator yang memberikan sinyal berupa minyak indikator yang mulai sedikit, maka sudah saatnya kamu harus ganti oli. 

Manfaat Ganti Oli Secara Rutin

berapa km ganti oli motor

Mengganti Oli Motor di Bengkel

Rutin mengganti oli motor ternyata dapat memberikan banyak manfaat bagi kamu. Manfaat pertama adalah performa mesin terjaga dengan baik. Kemudian, mengganti oli secara rutin juga akan membuat mesin tidak akan mudah berkarat, tidak akan timbul suara berisik sehingga suara mesin akan terjaga tetap halus. Dan yang terakhir adalah tidak terlalu sering mengganti onderdil mesin.

Nah, itulah informasi mengenai oli motor yang semoga bisa menjawab pertanyaan Anda mengenai berapa km ganti oli motor yang dianjurkan dan waktu terbaik untuk motor itu sendiri. Semoga informasi ini bisa bermanfaat ya! 

Tinggalkan komentar Bro