Pengertian dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal

Oleh : Writer Bro-In


Pengertian dan faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal. Struktur modal merupakan perimbangan atau perbandingan antara modal dari asing dengan modal milik sendiri. Modal dari asing dalam hal ini meliputi utang jangka panjang dan utang jangka pendek. Sedangkan modal milik sendiri terbagi menjadi dua, yakni laba yang ditahan dan penyertaan kepemilikan perusahaan.

Struktur modal yang optimal adalah struktur modal yang mengedepankan keseimbangan antara risiko dan pengembalian, yang nanti akan berdampak pada naiknya harga saham. Untuk itu, dalam menentukan struktur modal suatu perusahaan perlu mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal.

Struktur modal termasuk permasalahan yang krusial bagi perusahaan. Itu karena baik buruknya struktur modal akan memberi dampak langsung terhadap kondisi finansial perusahaan. Contohnya adalah dengan adanya utang yang sangat besar, itu akan berpotensi menambah beban perusahaan.

Tujuan Struktur Modal

Tujuan manajemen struktur modal tidak lain adalah menyatukan sumber-sumber dana permanen yang dipakai perusahaan untuk kebutuhan operasional yang akan mengoptimalkan nilai perusahaan itu sendiri. Pencarian struktur modal yang bagus bisa dibilang adalah pekerjaan yang sangat kompleks, karena adanya konflik yang berhubungan dengan biaya agensi.

Konflik lama tersebut terjadi antara pemegang saham dan pemegang obligasi dalam penentuan struktur modal maksimum dalam suatu perusahaan. Maka, untuk meminimalisir kemungkinan manajemen menanggung risiko berlebih atas nama pemegang saham, perlu menyertakan beberapa batasan protektif.

Ada sejumlah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi struktur modal itu sendiri. Di antaranya adalah:

Tangibility

Hampir semua perusahaan industri yang sebagian besar modalnya tertanam dalam aktiva tetap akan mengedepankan pemenuhan modalnya dari modal permanen yakni modal sendiri, sedangkan utang bersifat hanya pelengkap.

Perusahaan yang semakin besar aktivanya dan terdiri dari aktiva lancar akan lebih memilih cara utang untuk memenuhi kebutuhan dana. Hal ini merupakan indikator bahwa terdapat pengaruh struktur aktiva terhadap struktur modal suatu perusahaan.

Growth Opportunity

Growth opportunity di sini maksudnya adalah penggabungan hubungan negatif dengan leverage, yang mana jika leverage di suatu perusahaan itu tinggi, maka kesempatan untuk melakukan investasi akan lebih baik dan lebih menguntungkan. Dengan begitu, growth opportunity juga dapat mempengaruhi struktur pada permodalan sebuah perusahaan.

Ukuran Perusahaan

Perusahaan besar cenderung akan melakukan penganekaragaman usaha lebih luas daripada perusahaan yang kecil. Oleh karenanya, kemungkinan kegagalan dalam menjalankan suatu usaha, atau sederhananya kebangkrutan, akan menjadi lebih rendah.

Ukuran perusahaan atau firm size sering dijadikan patokan bagi kemungkinan terjadinya kebangkrutan bagi sebuah perusahaan, di mana perusahaan dalam ukuran yang lebih besar dianggap lebih mampu mengatasi krisis saat menjalankan usahanya.

Profitabilitas

Perusahaan dengan profitabilitas tinggi kemungkinan besar mempunyai dana internal yang lebih banyak daripada perusahaan dengan profitabilitas rendah. Perusahaan dengan tingkat pemasukan tinggi akan berinvestasi menggunakan utang yang relatif kecil, seperti yang dikutip dari Bringham & Houston di bukunya pada tahun 2001.

Tingkat pengembalian yang tinggi memungkinkan untuk mendanai sebagian besar kebutuhan dengan modal yang didapatkan dari faktor internal. Hal tersebut menunjukkan kalau profitabilitas mempengaruhi struktur modal dalam suatu perusahaan.

Risiko Bisnis

Risiko Bisnis tentu akan membuat perusahaan kesulitan saat melakukan pendanaan eksternal, sehingga secara teori akan berpengaruh negatif terhadap leverage perusahaan.

Itulah penjelasan singkat mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal. Semoga artikel ini bermanfaat dan membuat wawasanmu semakin luas. Akhir kata, semoga harimu menyenangkan.

Tinggalkan komentar Bro