Jangan Khawatir, Ini Cara Mengeluarkan Kapas dari Telinga yang Aman

Oleh : Writer Bro-In


Seperti yang kita ketahui bahwa jenis kapas cotton bud dapat digunakan untuk membersihkan kotoran telinga. Padahal sebenarnya, secara medis hal itu sangat tidak dianjurkan. Dikarenakan kotoran telinga akan terdorong semakin ke dalam oleh cotton bud. Penggunaan cotton bud cukup berisiko bagi kesehatan telinga. Di saat kotoran terdorong masuk, yang terjadi kotoran dapat mengeras di dalam telinga sehingga akan menimbulkan masalah kesehatan seperti menurunnya kemampuan mendengar. Apalagi saat kapas cotton bud tertinggal di dalam telinga, hal tersebut tentu akan membuat rasa tidak nyaman bahkan infeksi atau luka pada saluran telinga. Lalu, bagaimana cara mengeluarkan kapas dari telinga yang aman?

2 Alternatif Cara Mengeluarkan Kapas dari Telinga

Terdapat dua opsi yang dapat dilakukan untuk mengeluarkan kapas cotton bud yang tertinggal di dalam saluran telinga. Kedua cara ini merupakan cara yang aman, cara pertama adalah dengan mengeluarkannya sendiri dan cara kedua dengan membawanya ke dokter THT. 

1. Cara Mengeluarkan Kapas dengan Diri Sendiri

cara mengeluarkan kapas dari telinga

Teknik Irigasi Liang Telinga

Kamu bisa mengeluarkan kapas itu sendiri tapi tidak boleh sembarangan. Ada alat dan cairan khusus yang digunakan, dan bisa didapat dengan mudah di apotek. Cairan khusus itu berupa air steril atau air garam yang disemprotkan ke telinga menggunakan alat khusus seperti jarum suntik atau semprotan. Bisa juga dengan menggunakan pipet yang telah diisi dengan obat tetes khusus untuk telinga, di mana teknik ini disebut juga dengan irigasi liang telinga.

Jika menggunakan obat tetes telinga, langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Mencuci tangan menggunakan air dan sabun maupun hand sanitizer (disarankan untuk menggunakan air dan sabun)
  2. Kemudian hangatkan botol obat tetes telinga dengan memegang atau menggenggamnya selama 1 sampai 2 menit
  3. Tutup botol obat kemudian dibuka, dan taruh di tempat yang bersih dan kering. Usahakan hindari menyentuh mulut botol atau menyentuhkannya dengan benda apa pun
  4. Pastikan pipet tidak retak atau pecah, dan kondisinya bersih. Kemudian posisikan kepala dalam keadaan miring hingga telinga yang akan ditetesi menghadap ke atas, lalu tarik daun telinga ke atas dan ke belakang.
  5. Teteskan obat secara perlahan, sesuaikan dengan dosis yang tertera dalam kemasan. Setelah itu tarik perlahan daun telinga ke atas dan ke bawah supaya cairan obat mengalir hingga ke saluran telinga
  6. Tahan posisi itu selama 2 sampai 5 menit, sembari menekan bagian telinga yang menonjol untuk mendorong cairan ke dalam
  7. Lalu miringkan kepala ke arah sebaliknya, supaya kotoran keluar. Jika sudah, bersihkan menggunakan waslap atau tisu bersih. 

Adapun cara yang lebih ekonomis, meski tidak dianjurkan, yakni dengan menggunakan  ujung sebatang sapu lidi. Ambil sebatang lidi, patahkan supaya lebih pendek, dan pastikan bagian ujungnya memiliki serabut-serabut kecil. Lalu masukkan ke dalam liang telinga dengan perlahan dan hati-hati. Pastikan setelah menyentuh kapasnya, jangan didorong semakin ke dalam, langsung putar batang lidi itu, kemudian keluarkan dengan perlahan juga. 

2. Membersihkannya dengan Membawa ke Dokter THT

cara mengeluarkan kapas dari telinga

Membawa ke Dokter THT

Jika kamu takut melakukannya sendiri, sebaiknya segera datangi dokter THT terdekat. Dokter akan melakukan pemeriksaan kondisi telinga terlebih dahulu, di antaranya mengetahui gejala dan pemeriksaan kondisi saluran telinga menggunakan otoskop. Setelah itu dokter akan melakukan pembersihan telinga, yaitu secara mekanis dengan menggunakan alat pengorek berbahan logam, maupun dengan melakukan irigasi liang telinga. 

Meski prosedurnya aman karena dilakukan secara medis, kamu akan merasakan beberapa efek samping yang mungkin saja muncul seperti pusing, vertigo, telinga berdenging, maupun luka di saluran telinga. 

Demikian penjelasan mengenai cara mengeluarkan kapas dari telinga. Karena telinga merupakan bagian tubuh yang sensitif, walaupun bisa mengeluarkannya sendiri, akan tetap sangat dianjurkan untuk meminta bantuan medis. Hal ini bertujuan supaya tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Semoga informasi ini bermanfaat. 

Tinggalkan komentar Bro